Kakek Penyembah Berhala

Ada seorang kakek penyembah berhala. Dalam himpitan hidup kesehariannya, dia  terus menerus bahkan bertahun- tahun  berdoa di depan berhalanya agar hidupnya berubah. Namun tidak ada suara bisikan dan jawaban yang diberikan kepadanya bahkan berhala itu tetap diam dan membisu saja.

Karena tidak ada jawaban dari  sesembahan berhalanya, lalu ia berpaling kepada Allah Azza Wajalla. Ia pun berdoa pada Allah. *"Ya Allah Yang Maha Esa. Tempat bergantung segala sesuatu.* Kabulkan permohonanku. Tiba-tiba ia mendengar sambutan dari Allah.  *"Wahai hamba-Ku. "Mintalah kepada-Ku, niscaya Kuberi".*

Mendengar suara ghaib tersebut, para malaikat minta penjelasan kepada Allah. Ya Allah mana mungkin Engkau mengabulkan permohonan dan doanya orang yang bertahun-tahun menyembah berhala dan musyrik. Berhalanya saja tidak mendengarkan dan tidak mengabulkan permohonannya, tiba-tiba dia berbalik kepada-Mu, dan baru sekali berdoa kepada-Mu, lalu Engkau mengabulkannya?

Mendengar pertanyaan malaikat tersebut, kemudian Allah menjelaskan. "Wahai para malaikatKu. Jika berhala yang benda mati tidak mengabulkan dan memenuhi permintaannya dan Aku juga tidak mengabulkan permohonannya, dimana letak perbedaan-Ku dengannya?". Mana perbedaan Yang Maha Hidup dan yang mati? Yang Maha Rahman dan Rahim dengan yang  tidak punya cinta?"

Hidup  mesti  punya harapan dan penuh  harapan sebelum dan sesudah melaksanakan amal kebajikan. Harapan kepada Allah.
Doa adalah ibadah,  kekuatan dan harapan. Ya Allah,   Ya Wahhab, Ya Rahman Ya  Rahim, Ya Mujiibassailiin. Aamin.

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqr-fadloli
Previous
Next Post »