Memenangkan dunia atas akhirat termasuk ketidaksempurnaan akal

Ketidaksempurnaan akal manusia diantaranya ditandai dengan memenangkan perkara dunia atas perkara akherat, antara kesenangan atas kebahagiaan, anrara aspek jangka pendek atas jangka panjang, antara kekacauan atas ketenangan. Kelemahan lainnya adalah kecenderungan untuk memenuhi keinginan  dirinya sendiri tanpa melihat  kepentingan orang,  senantiasa gemar menyebarkan rahasia dan aib orang serta gemar menyebarkan sesuatu yang tidak benar.
Kelemahan berikutnya, terkadang juga hanya bisa melihat kulit luar seseorang, silau dengan tampilan, ternyata dalamnya penuh racun yang mematikan. Bahkan sebaliknya, kelihatan luarnya menjijikkan yang luput dari perhatian, tampil apa adanya dan tidak dibuat-buat sesuai standar kehambaan, namun dalamnya, nuraninya berkilau cahaya sebagai  kekasih Allah. Ucapan, penglihatan dan pendengarannya dari Allah. Tangan dan kaki yang ia gunakan berbuat adalah tangan dan kaki Allah.

Akal dan hati harus terpadu dalam hidup manusia,  pikir dan dzikir harus menyatu sebagai gerak langkah orang-orang yang bertaqwa dalam melihat hari ini dan esok.
Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah dalan memadukan kekuatan akal dan hati nurani, sehingga kita tetap berada pada hidayah dan taufiqNya.

وَمَن كَانَ فِى هَٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا ﴿٧٢﴾

"Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar)." (Q.S.17:72)

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqir-fadloli
Previous
Next Post »