Apapun Posisi Kita Syukuri

Apapun posisi kita syukurilah, untuk tetap melaksanakan tugas kehambaan dan kekhalifahan.
Jadilah sebuah angka yang memilikk nilai, bukan sekedar nol yang terletak di kiri angka. Mesti kita berperan dan berpartisipasi di dalam usaha memakmurkan bumi dan membangun peradaban umat serta mempersembahkan karya dan jasa sesuai dengan apa yang kita miliki, bukan sebaliknya, menjadi beban dan membebani umat.

Sesungguhnya lebah mati akan terlempar ke luar sarangnya,  pohon yg kering akan dicabut dan di buang ke luar kebun.

Wahai hambah Allah yg menginginkan kebaikan diri dan umat, jangan sampai menjadi orang yg tidak memiliki nilai sama sekali, tidak diperhitungkan umat, tidak dibutuhkan umat dan tidak memberi manfaat sehingga terlupakan dan tidak tercatat dalam titian sejarah perjalanan hidup.

 Semoga kita bisa menggoreskan cerita hidup dalam buku amal, yang nanti akan kita baca sendiri dengan senyum keramahan sebagai tanda orang sukses,  bahagia dan termasuk "ashabul yamin".

Sungguh karunia dan kenikmatan Allah dalam diri kita mulai lahir sampai sekarang tidak bisa menghitungnya. Syukurilah dengan ketaatan dan pengurbanan sesuai  dengan profesi kita.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ ﴿٢﴾

"Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."
(Q.S.108:2)

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ ﴿٣﴾

"Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." (Q.S.108:3)

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqr-fadloli
Previous
Next Post »