Ruginya kaya dunia tanpa iman dan amal sholeh

Sungguh rugi bagi orang memiliki gudang kekayaan dunia, namun tidak memiliki iman dan amal sholeh. Orang demikian berada dalam kesengsaraan. Kesibukannya hanya bersenang-senang. Tidak ada yg abadi dalam kehidupan, semuanya terbatas dan dibatasi  waktu.

Suatu saat kesenangan duniawi bergerak dan berubah menjadi kejenuhan dan kegalauan. Allah menggantinya dengan ujian sakit  untuk mengingatNya, namun tidak menyadari.  Selama hidupnya dia lupa dan tidak menyangka ada ujian. Prinsip hidupnya adalah harta dapat mengatasi segala persoalan hidup. Ternyata fatamorgana.

Sakitnya sulit disembuhkan, seluruh tabib ia datangkan, segala cara pengobatan telah ia tempuh, tidak terhitung lagi biaya yang ia keluarkan untuk berobat. Dalam kesakitan, bibir terkatup, semakin berat untuk istighfar, dzikir,  bersyukur, hati semakin keras dan beku, yang ia sebut hanyalah hartaku hartaku dan hartaku. Tidak ada lagi iman, Allah hilang  dalam dirinya, padahal Allah Maha dekat dan bersama hambaNya.

Akhirnya  takdir Allah menentukan, dia menemui ajalnya, mati tanpa membawa iman, amal dan juga harta yang dipuja-pujanya.

Semoga kita memiliki harta yang abadi. Harta yang kita titipkan kepada orang lain dan tempat2 mulia, berupa zakat, infak dan shedekah sebagai pancaran iman dalam diri kita. Selamat menjadi manusia dermawan.

تِلْكَ ٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٨٣﴾

"Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa."(Q.S.28:83)

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqr fadloli
Previous
Next Post »