Perintah Baca dan Membaca

Baca, baca dan bacalah, itulah perintah Allah untuk Nabi saw. di tempat tinggi (Jabal Nur, Gua Hira'). Membaca bukan sekedar membunyikan, membaca akan membuka cakralawa dunia, membuka kegelapan hati, membaca adalah menggerakkan seluruh panca indra, membaca adalah mengalisis, merangkum dan menyimpulkan  pembacaan untuk sebuah tindakan.  Tingkat kedalaman pembacaan sesorang sangat menentukan perjalanan seseorang untuk menemukan kebenaran, ke Agungan ciptaan Allah dan kedekatan diri kepadaNya (Tauhid).

Orang yang selalu mau belajar dan membaca, maka dia akan selalu mendapatkan hal-hal baru, bernilai dan bermanfaat.
Membaca Al-Qur'an, akan menjadikan hidup selalu gembira dan hidup yang bermakna. Membaca  sunnah Nabi saw. akan selalu mendidik, menjaga, merawat, menghidupkan dan mencintainya. Membaca sejarah akan selalu memberikan nasehat dan peringatan. Membaca  dan menikmati karya sastra akan selalu meluruskan dan melembutkan budi. Membacari diri sendiri, akan menemukan Tuhan Yang Maha Rahman dan Rahim.

Kehidupan seorang penuntut ilmu bagaikan sebuah kebun, di dalamnya terdalat berbagai macam pohon, bunga, buah-buahan dan sungai yang selalu mengalir.

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿٩﴾

"(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran." (Q.S.39:9)

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqr- fadloli
Previous
Next Post »