Menemukan Tuhan Dibalik Setiap Peristiwa Alam

Dalam kehidupan ini ada jagad raya (makro kosmos) atau alam semesta dan jagad kecil (mikro kosmos) yaitu diri manusia. Jagad raya ada matahari yang bersinar, jika  tidak bersinar maka akan menjadi gelap, penyebabnya, bisa tertutup awan, gerhana dan tidak mengorbit pada porosnya.
Demikian juga manusia sebagai jagad kecil, dalam diri ada akal, nafsu dan hati. Hati adalah pusat energi yang mengeluarkan cahaya. Jika hati redup bahkan mati karena tertutup awan nafsu, dosa dan kedholiman maka hati tidak mengeluarkan cahaya. Itulah segumpal darah yg ada dalam diri manusia, jika baik maka baiklah semua, jika rusak dan gelap maka gelaplah semua, ketahuilah itulah 'Qolb" (hati)

Saat gerhana matahari ini banyak orang naik ke bukit,  ke tepi pantai dan tempat lain untuk melihat gerhana,  namun dia tidak bisa melihat Allah  dibalik gerhana Matahari.

Banyak orang kagum terhadap GMT, namun tidak kagum dan tidak rindu terhadap pemiliknya, pemeliharanya dan penciptanya yaitu Allah. Hari ini banyak orang meninggalkan Allah, meninggalkan dzikir dan do'a, meninggalkan tasbih dan shodaqah. Padahal matahari dan bulan merupakan ayat2 Allah. Jika terjadi gerhana, maka tidak berkaitan dengan kematian, kehidupan seseorang dan mitos-mitos kehidupan, melainkan "ibrah" bagi orang berdzikir dan bersyukur.

Berbahagialah orang-orang yang berkontemplasi,  uzla, dan  mensucikan diri dengan tidak mengikuti dorongan nafsu dan melupakan Allah. Beruntunglah mereka yang merenungi ciptaan Allah, sambil berfikir,  berdzikir (menyatukan hati dan pikiran) ketika berdiri, duduk, berbaring dan berbagai macam situasi dan kondisi.
Hidup dan bercahayalah hati mereka yang bersyukur, berdzikir,  beristighfar, bertaubat dan yang bershodaqoh, sehingga mereka  menemukan ke Esaan Allah (tauhid), Ke Maha Besaran Allah serta  mampu menampilkan sifat  Ar Rahman Ar Rahim Allah dalam kehidupan nyata.

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿١٩١﴾

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (Q.S.3:191)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩ ﴿٧٧﴾

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung." (Q.S.22:77)

Semoga kita bisa meneladai Nabiyullah Ibrahim as. menemukan Tuhan di balik Alam Semesta serta bertafakkur dan berdzikir merenungi ayat-ayat Allah.

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqir-fadloli
Previous
Next Post »