Menasehati Orang Lain Tidak Menunggu Kesempurnaan Diri

Istiqamah dalam bertaushiyah merupakan sikap yang mencerminkan implementasi dari perintah Allah dalam surat al 'ashr...                                         وتواصو ابالحق وتواصوا بالصبر...                                                
Secara bahasa, lafal وتواصو ا berasal dr fi'il تواصي يتواصي yg mengikuti wazan تفا عل.           يتفا عل yang mengandung arti     للمشاركة (ان يجعل احدهما ما يفعله الاخر حتي يكون كل منهما فاعلا ومفعولا)                                                                atau bisa diartikan sebagai "kata kerja, yang antara satu dengan yang lainnya masing-masing bertindak sebagi subyek sekaligus sebagai obyek". Jadi kata تواصوا berarti "saling menasehati", dan kalimat وتواصوا بالحق وتواصو بالصبر bisa dipahami sebagai sikap saling menasehati antara satu dengan lainnya tentang yg haqq (kebenaran) dan kesabaran."                                                         

Sikap saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran itu sendiri oleh Allah dijadikan sebagai salah satu indikasi "keimanan" seorang hamba (sebagaimana disebut dalam ayat sebelumnya):
                 والعصر، ان الانسان لفي خسر، الا الذين امنوا.       وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر).                                                                  yang bisa dimaknai dengan "demi waktu, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan - yang selalu melakukan amal shalih dan saling bertausyiyah (mengingatkan) tentang yg haqq dan kesabaran...                            

Dalam hal ini ada satu hal yang perlu kita fahami bahwa untuk "menasehati orang lain" kita tidak harus menunggu kesempurnaan diri, karena Allah sangat menghargai kualitas proses, bukan kualitas hasil. Ibarat untuk minta maaf, kita tidak harus menunggu salah atau dipersalahkan. Begitu juga untuk sekedar menyanyi, kita tidak harus menunggu jadi seorang penyanyi. Untuk sedekah, kita tidak harus menunggu jadi orang kaya. Utk bertaushiyah, kita tdk hrs jadi muballigh. Dan untuk bertaubat, kita tak perlu menunggu datangya saat sekarat...

. والله اعلم بالصواب.
M. Chozin
Previous
Next Post »