Ibrah Dibalik Bergantinya Malam dan Siang

Silih bergantinya malam dan siang  merupakan ibrah kehidupan manusia. Siang ada Matahari dan Malam bertaburan Bintang. Matahari  saat terbit, indah untuk dilihat,  namun lama- kelamaan menyilaukan bangkan membuat mata sakit untuk menatapnya.
Makam hari, kerlap kerlip Bintang nan jauh sangat indah untuk dilihat, bintang kelihatan kecil, namun hakekatnya adalah besar. Bintang enak dilihat dan semakin indah, lama kelamaan dilihat mata manusia. Itulah gambaran antara "kesombongan" dan "ketawadhu'an".
Orang tawadhu' kelihatan kecil di mata manusia, namun hakekatnya besar, dan mulia dihadapan Allah.

Orang tawadhu' senantiasa mencari dan mau mengakui kelebihan orang lain, dan senang mencari aib-aib diri, kekurangan diri sendiri.
Orang tawadhu' sibuk mencari dan memperbaiki diri sendiri dan lingkungannya. Sedang orang sombong suka mencela, mencaci maki, cuek, egois dan tidak memiliki empati sosial.

Orang tawadhu' senantiasa merasa dia bagian dari kehidupan orang lain, sama dengan lain sebagai hamba Allah, tidak lebih dan tidak kurang kehambaannya. Orang tawadhu' senantiasa merasa tidak bisa apa-apa, kalau Allah tidak memberi  ilmu dan pengetahuan. Orang tawadhu'  semakin sadar, banyak hal  yg belum diketahuinya. Ia senang belajar, senang mendengar, senang melihat tentang sajian ayat- ayat Allah.
Orang tawadhu' senantiasa merasa gak punya apa-apa, merasa faqir dihadapan Allah. Harta kekayaan merupakan pemberian Allah, amanah Allah yang memiliki nilai distributif. Harta adalah pemilikan sementara,  sewaktu-waktu akan diambil PemilikNya sejati.  Hanya iman dan kesholehan yang abadi.

Semoga kita bisa tawadhu' kepada Allah,  Rasulullah saw., kepada orang tua, kepada sesama bahkan kepada alam semesta.

"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."
(Q.S.31:18)
وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا ﴿٦٣﴾

"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan "salam," " (Q.S.25:63)

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqr- fadloli
Previous
Next Post »