BUKU FIQH MESIR...!

Teman-teman angkatan 91 Fak Tarbiyah IAIN SA Malang pasti tahu "Basuki". Kebetulan dari sekian ratus mahasiswa nama Basuki hanya dia sendiri.

Pagi itu kami sama-sama masuk kelas fiqh. Dosennya seorg tua yang stiap ngajar pasti berkopiah (smoga Allah merahmatinya). Suatu keilmuan yang coba dibangun oleh sang dosen itu adalah jika seorang mahasiswa berpendapat dalam diskusi kelas wajib hukumnya ia menyandarknnya pada buku-buku. Beliau selalu bertanya jika mahasiswa mmberi pendapat tertentu dengan pertanyaan, " itu kamu kutip dari buku mana, karangan siapa?"

Pagi itu kami belajar tentang shalat berjama'ah. Bahasannya tentu lebih tinggi tingkatannya dari belajar shalat berjama'ah di Aliyah atau SMA.

Biasanya kami ditugasi oleh sang dosen tuk buat makalah berkelompok dan mempresentasikan di depan kelas.

Basuki temanku bersama dua temannya, pagi itu harus mempresentasikan makalahnya tentang shalat berjama'ah. Pada sesi tanya jawab aku bertanya. Ada 2 pertanyaan yang saya ajukan.

Misbah: "
1. "di mana posisi para banci saat shalat berjama'ah?" 2. "Kenapa shalat fardhu itu dilaksanakan secara berjama'ah?"

Dengan senyum di bibirnya (merasa dikerjain olehku), Basuki menjawab:

1. "Posisi banci dlm shalat brjama'ah itu tergantung. Kalau dia pakai mukena maka posisinya bersama perempuan. Dan jika dia memakai kopyah, maka posisinya brsama laki-laki. Ini pendapat jumhur. Ada juga yg berpndapat, banci itu posisinya di antara dua posisi. Ia kemudian mengutip adagium ahli kalam tentang posisi  orang yang dosa dan kebaikannya seimbang ditempat oleh Allah di mana nnt d akhirat. Ia mengatakan posisi banci itu adalah " al manzilatu bainal manzilatain". Aku sdh mulai menahan ketawa.

2. "Saudara Misbah, untuk prtanyaanmu yg kedua. "Memang itu sudah perintah Rasullah saw. Jangan kamu bertanya lagi."

Saya hendak menanggapi lagi, tapi keburu didahului sang dosen.

Dosen: "Saudara Basuki, " pendapatmu itu kamu kutip dari buku apa karangan siapa?"

Dengan sigap temanku yg imut ini mnjawab: "BUKU FIQH MESIR KARANGAN SYEKH AL AHZAR, WATHON AL MISHBAH AL FLORESY...!


Catatan Kisah nyata MIsbah Wotan NTT
Previous
Next Post »