Membangun dan Menata Sikap Hidup pada Alloh dan Manusia

Membangun dan menata sikap hidup "baik sangka" kepada Allah dan manusia menjadikan ketenangan hati menuju keoptimisan hidup seseorang. Hal ini juga, juga merupakan perwujudan dari kualitas ketakwaan dan budi pekerti orang beriman.
Bila kita menjumpai orang yang lebih tinggi, maka berpikirlah: Bisa jadi ia lebih bagus menurut Allah daripada diri kita. Bila menjumpai orang dibawah kita, berpikirlah: Orang ini belum durhaka kepada Allah, belum banyak dosa, sedang aku telah banyak berbuat durhaka. Bila menjumpai orang alim, maka berpikirlah bahwa ilmunya itu anugera Allah. Bila menjumpai orang awam, berpikirlah bahwa kedurhakaan kepada Allah karena ketidaktahuan dia, sedang kita durhaka dlm keadaan sudah tahu. Bila menjumpai orang sukses dan kaya, berpikirlah bahwa dia mendapat karunia Allah dengan kerja kerasnya, sedang kerja kita belum maksimal dlm memenuhi hukum Allah, berusaha lebih keras dan bertawakkal niscaya kita bisa menikmati hasil perjuangan hidup. Bila menjumpai orang kecil, lemah dan miskin, berpikirlah dia juga memberi pertolongan orang yang di atasnya. Sadarilah bahwa dia juga menjadikan dan menolong kita seperti ini. Jangan lupakan dia, orang2 yang telah memberi kebaikan hidup kita, sekecil apapun kebaikan dia.
Ali ra mengatakan:
"Jadilah manusia yang paling bagus menurut Allah dan orang yang paling jelek di matamu sendiri dan jadilah orang sewajarnya di mata orang lain".

Wallahu a'lamu bish showab
alfaqr-fadloli
Previous
Next Post »